Manchester United menutup bursa transfer Januari 2026 dengan tangan kosong. Namun, keputusan ini rupanya memiliki alasan strategis.
Klub Setan Merah ternyata telah mengalokasikan seluruh sumber daya mereka untuk perombakan skuad besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2026. Berdasarkan informasi dari internal klub, MU memang tidak merencanakan aktivitas signifikan di jendela transfer musim dingin.
Prioritas utama klub diarahkan pada pembaruan komposisi tim saat musim berakhir. Salah satu nama yang sempat masuk dalam radar Manchester United adalah Antoine Semenyo, yang dianggap sebagai investasi potensial dengan nilai ekonomis menjanjikan.
Ketika Semenyo akhirnya memilih bergabung dengan Manchester City, pihak manajemen MU memutuskan untuk menahan dana mereka hingga akhir musim, kecuali muncul kesempatan mendadak untuk target serupa.
Manchester United konsisten menolak kebijakan perekrutan pemain sementara. Klub berpegang teguh bahwa setiap pemain baru harus sesuai dengan visi jangka panjang, terlepas dari siapa manajer tetap yang akan ditunjuk nantinya.
Meskipun sempat mempertimbangkan penambahan gelandang di tengah musim, rencana tersebut dibatalkan karena posisi ini akan menjadi fokus utama pada musim panas.

Target Impian
Manchester United telah menetapkan prioritas untuk memperkuat lini tengah dengan menargetkan dua gelandang baru. Sejak tahun lalu, klub telah membuka peluang untuk mendatangkan dua pemain di posisi ini dan siap mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan pemain bintang.
MU menyadari bahwa untuk mendapatkan gelandang berkualitas tinggi, terutama yang berpengalaman di Premier League, mereka mungkin harus memecahkan rekor transfer. Hingga saat ini, rekor tersebut masih dipegang Paul Pogba, yang dibeli dari Juventus seharga 89 juta poundsterling pada musim panas 2016.
Saat ini, gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, menjadi target utama Manchester United. Nilai transfernya diprediksi akan mencapai angka signifikan, terutama jika Forest berhasil bertahan di Premier League dan Anderson menunjukkan performa cemerlang bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
2 Nama Lainnya
Di samping Anderson, Manchester United juga mengamati dua kandidat lain, yaitu Carlos Baleba dan Adam Wharton. Klub lebih mengincar minimal satu gelandang berpengalaman di Premier League, mengingat risiko adaptasi yang lebih minimal.
Strategi ini diperkuat dengan kesuksesan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha sejak bergabung musim panas lalu. Selain memperkuat lini tengah, Manchester United juga berencana menambah kekuatan di sayap kiri untuk menyeimbangkan lini serang.
Rencana ini muncul menyusul kepergian Alejandro Garnacho dan kemungkinan hengkangnya Marcus Rashford secara permanen. Winger RB Leipzig, Yan Diomande, masuk dalam daftar pertimbangan klub.
BACA JUGA
Penjaga Gawang Junior Ajax Siap Berkembang dan Berkompetisi dengan Maarten Paes
Klub Sassuolo Sambut Kunjungan Pelatih Timnas Indonesia: Momentum untuk Mempererat Hubungan
Benahi Lini Pertahanan
Di sektor pertahanan, Manchester United berencana melakukan pembenahan signifikan, khususnya di posisi full-back. Kebutuhan akan pemain pelapis berkualitas menjadi prioritas mengingat padatnya jadwal kompetisi musim depan, terutama jika tim berhasil lolos ke kompetisi Eropa.
Perhatian khusus juga diberikan pada posisi penjaga gawang. Klub siap merekrut kiper cadangan baru apabila Andre Onana atau Altay Bayindir memutuskan untuk hengkang, ditambah dengan kemungkinan Tom Heaton yang akan pensiun.
Alternatif lain yang dipertimbangkan adalah promosi pemain pinjaman seperti Radek Vitek dan Harry Amass ke skuad utama, dengan keputusan final akan diserahkan kepada pelatih permanen yang baru.
Dengan berbagai rencana strategis tersebut, bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi momen krusial bagi Manchester United dalam upaya membangun kembali kekuatan tim.
Sumber: Manchester World, bola.com.