Biaya hak siar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu topik yang banyak dicari menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia. Banyak penggemar penasaran mengapa stasiun televisi harus mengeluarkan dana sangat besar hanya untuk menayangkan pertandingan selama sekitar satu bulan.
Di Indonesia, pembahasan mengenai hak siar Piala Dunia 2026 semakin ramai setelah diumumkannya pemegang lisensi resmi yang akan menyiarkan seluruh pertandingan kepada masyarakat. Tidak sedikit yang bertanya, berapa sebenarnya biaya hak siar Piala Dunia 2026, siapa yang membelinya, dan bagaimana FIFA menentukan harga lisensi tersebut.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluruh fakta mengenai hak siar Piala Dunia 2026, mulai dari estimasi nilai kontrak, sistem penjualan hak siar FIFA, hingga perbedaan hak siar putaran final dan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sampai saat ini FIFA tidak mengumumkan secara terbuka nilai kontrak hak siar untuk setiap negara.
Namun berdasarkan berbagai laporan industri media olahraga internasional, nilai hak siar Piala Dunia 2026 secara global mencapai miliaran dolar AS dan menjadi salah satu aset media olahraga paling mahal di dunia.
Untuk pasar Indonesia, angka pastinya tidak dipublikasikan. Namun para analis memperkirakan nilai lisensinya bisa mencapai ratusan miliar rupiah tergantung cakupan platform, eksklusivitas, serta durasi kontrak.
Karena tidak ada angka resmi yang dirilis FIFA maupun pemegang lisensi Indonesia, setiap nominal yang beredar di internet pada dasarnya masih berupa estimasi industri.
Untuk Indonesia, hak siar resmi Piala Dunia 2026 dimiliki oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI.
TVRI memperoleh hak siar resmi untuk menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 kepada masyarakat Indonesia melalui jaringan televisi nasional mereka.
Keputusan ini disambut positif karena memungkinkan masyarakat menikmati turnamen secara gratis melalui siaran televisi digital.
Ada beberapa alasan mengapa hak siar FIFA World Cup selalu memiliki harga fantastis.
Piala Dunia merupakan ajang olahraga yang memiliki miliaran penonton.
Dalam edisi sebelumnya, total audiens global mencapai lebih dari lima miliar orang.
Jumlah penonton sebesar itu membuat nilai komersial hak siar meningkat sangat tinggi.
Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru.
Perbedaannya:
Artinya penyiar memperoleh lebih banyak konten untuk ditayangkan.
Namun konsekuensinya, biaya lisensi juga meningkat.
Hak siar FIFA sering diperebutkan oleh:
Semakin banyak peminat, semakin tinggi pula nilai lisensinya.