Meski menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan keuangan akibat aktivitas transfer, Chelsea tetap menjadi salah satu klub dengan nilai bisnis terbesar di dunia.
Banyak orang mengira pendapatan klub sepak bola hanya berasal dari penjualan tiket pertandingan. Faktanya, pemasukan klub modern jauh lebih beragam.
Berikut beberapa sumber pendapatan utama klub sepak bola.
Hak siar merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar bagi klub-klub elite.
Liga Inggris, Liga Champions, La Liga, Bundesliga, Serie A, hingga berbagai kompetisi internasional membagikan pendapatan hak siar kepada klub peserta sesuai regulasi masing-masing kompetisi.
Semakin baik prestasi klub, semakin besar pula potensi pendapatan yang diperoleh.
Kerja sama dengan sponsor menjadi tulang punggung keuangan banyak klub.
Sponsor biasanya muncul pada:
Klub dengan jumlah penggemar besar umumnya mampu memperoleh kontrak sponsor bernilai ratusan juta euro.
Jersey resmi, jaket, syal, topi, hingga berbagai produk berlogo klub menjadi sumber pendapatan yang terus meningkat setiap tahun.
Klub seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, dan Liverpool menjual jutaan produk resmi kepada penggemar di seluruh dunia.
Setiap pertandingan kandang menghasilkan pemasukan dari berbagai sektor, seperti:
Semakin besar kapasitas stadion dan tingkat okupansinya, semakin besar pula pendapatan yang diperoleh.
Klub yang berhasil menjuarai atau melaju jauh dalam suatu turnamen akan memperoleh hadiah uang.
Liga Champions UEFA, misalnya, menawarkan hadiah yang sangat besar bagi klub peserta. Hal ini membuat kompetisi Eropa menjadi target utama banyak klub elite.
Transfer pemain juga dapat menghasilkan keuntungan besar.
Klub yang memiliki akademi berkualitas sering memperoleh laba tinggi dari penjualan pemain muda ke klub lain.
Perlu dipahami bahwa pemilik klub terkaya berbeda dengan klub terkaya. Seorang miliarder dapat memiliki klub yang pendapatannya belum sebesar klub-klub elite Eropa.
Beberapa pemilik klub sepak bola dengan kekayaan terbesar antara lain:
Kekayaan pemilik memang dapat membantu pengembangan klub, tetapi regulasi seperti Financial Fair Play (FFP) dan UEFA Squad Cost Rules membatasi penggunaan dana agar kompetisi tetap berjalan sehat.