Turnamen ini diikuti banyak penjaga gawang dengan postur di atas 190 cm. Tinggi badan menjadi keuntungan saat duel udara, mengantisipasi bola mati, dan memperbesar jangkauan penyelamatan. Namun, FIFA tidak memberikan penghargaan berdasarkan tinggi badan, melainkan berdasarkan performa sepanjang turnamen.
Sementara itu, Unai Simón yang menjadi peraih Golden Glove tidak termasuk kiper tertinggi di kompetisi, tetapi ia mampu membuktikan bahwa konsistensi, kemampuan membaca permainan, dan kualitas penyelamatan jauh lebih menentukan daripada faktor fisik semata.
Jika mengacu pada performa selama turnamen, berikut daftar penjaga gawang yang paling menonjol.
Daftar tersebut menggambarkan penjaga gawang dengan kontribusi terbesar selama Piala Dunia 2026. Meski demikian, penghargaan resmi FIFA hanya diberikan kepada Unai Simón sebagai kiper terbaik turnamen.
Kiper terbaik Piala Dunia 2026 adalah Unai Simón dari Spanyol. Ia menerima penghargaan Golden Glove setelah tampil konsisten dan membantu Spanyol menjadi juara dunia.
Unai Simón dinilai memiliki performa paling stabil sepanjang turnamen. Ia mencatat tujuh clean sheet, hanya kebobolan satu gol, dan beberapa kali melakukan penyelamatan krusial pada fase gugur hingga final.
Beberapa nama yang tampil impresif sepanjang turnamen antara lain Unai Simón, Emiliano Martínez, Mike Maignan, Diogo Costa, dan Gregor Kobel. Namun, penghargaan resmi akhirnya diberikan kepada Unai Simón.
Peraih penghargaan Golden Glove pada Piala Dunia 2022 adalah Emiliano Martínez dari Argentina setelah membawa negaranya menjadi juara dunia.
FIFA memberikan penghargaan Golden Glove kepada penjaga gawang terbaik turnamen. Penilaian didasarkan pada performa keseluruhan, konsistensi, clean sheet, kemampuan melakukan penyelamatan, distribusi bola, dan kontribusi terhadap keberhasilan tim.
Kiper terbaik Piala Dunia 2026 adalah Unai Simón. Penjaga gawang Timnas Spanyol tersebut sukses meraih penghargaan Golden Glove berkat performa luar biasa sepanjang turnamen, termasuk mencatat tujuh clean sheet dan hanya kebobolan satu gol hingga membawa Spanyol menjadi juara dunia.
Keberhasilan Unai Simón membuktikan bahwa kualitas seorang penjaga gawang tidak hanya diukur dari jumlah penyelamatan, tetapi juga kemampuan memimpin lini belakang, membangun serangan dari belakang, dan tampil konsisten dalam pertandingan-pertandingan penting. Prestasi tersebut membuat namanya layak dikenang sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah Piala Dunia.