Pengalaman menghadapi tim-tim kuat dari Australia, Jepang, Thailand, dan Vietnam menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Sebagai salah satu klub tertua di Indonesia, PSM memiliki sejarah panjang di kompetisi Asia dan terus menjadi salah satu wakil yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Bermain di kompetisi Asia jelas berbeda dibanding Liga 1.
Beberapa tantangan yang sering dihadapi klub Indonesia meliputi:
Meskipun demikian, pengalaman tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas klub Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.
Peluang klub Indonesia untuk kembali bersaing di kompetisi antarklub Asia tetap terbuka. Kuncinya adalah meningkatkan prestasi di kompetisi AFC sehingga ranking Indonesia naik dan memperoleh alokasi slot yang lebih baik pada musim berikutnya.
Berdasarkan alokasi slot AFC untuk musim 2026/2027, Indonesia berada di peringkat yang memberikan satu slot babak pendahuluan (play-off) ACL Two dan satu slot AFC Challenge League. Belum ada slot langsung ke ACL Elite untuk wakil Indonesia.
Jika klub-klub Indonesia mampu tampil konsisten, mengumpulkan poin koefisien, dan lolos lebih jauh di kompetisi Asia, peluang mendapatkan tambahan slot akan semakin besar.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan posisi Indonesia di ranking AFC antara lain:
Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas Liga 1 juga terus meningkat. Kehadiran pemain asing berkualitas, pembenahan stadion, serta manajemen klub yang lebih profesional menjadi modal penting agar Indonesia mampu bersaing dengan liga-liga terbaik di Asia.
Kompetisi Asia memiliki tingkat persaingan yang jauh lebih tinggi dibanding Liga 1. Klub Indonesia tidak hanya menghadapi lawan yang kuat, tetapi juga harus beradaptasi dengan berbagai tantangan teknis dan nonteknis.
Beberapa tantangan yang paling sering dihadapi adalah:
Klub dari Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Australia memiliki pengalaman yang lebih panjang di kompetisi Asia. Mereka juga didukung infrastruktur, akademi, dan sistem pembinaan pemain yang sangat baik.
Kompetisi domestik berjalan bersamaan dengan jadwal AFC. Hal ini membuat pelatih harus pandai melakukan rotasi pemain agar performa tim tetap terjaga.
Bermain di Asia berarti klub harus melakukan perjalanan ke berbagai negara dengan waktu tempuh yang panjang. Kondisi ini dapat memengaruhi kebugaran pemain apabila tidak dipersiapkan dengan baik.
Klub yang tampil di kompetisi Asia membutuhkan skuad yang lebih dalam. Cedera atau akumulasi kartu bisa menjadi masalah apabila kualitas pemain pelapis tidak seimbang.
Masih banyak pencinta sepak bola yang memiliki pemahaman kurang tepat mengenai kompetisi antarklub Asia. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemui.
Faktanya, tidak semua juara liga otomatis tampil di kompetisi tertinggi Asia. Slot ditentukan berdasarkan ranking AFC dan regulasi yang berlaku.
ACL Two memang menggantikan sebagian peran AFC Cup, tetapi format, peserta, dan sistem kompetisinya telah mengalami perubahan sehingga tidak sepenuhnya sama.
Jumlah wakil Indonesia bisa berubah setiap musim karena AFC melakukan evaluasi terhadap ranking kompetisi domestik dan performa klub di level Asia.