Pada 2010, Javier Mascherano bergabung dengan Barcelona. Kepindahan ini menjadi fase paling sukses dalam perjalanan kariernya karena ia memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi di level klub.
Awalnya didatangkan sebagai gelandang bertahan, Mascherano kemudian bertransformasi menjadi bek tengah. Keputusan tersebut terbukti tepat karena ia mampu beradaptasi dengan sangat baik dan menjadi pemain andalan dalam berbagai era kepelatihan Barcelona.
Selama berseragam Barcelona, ia tampil lebih dari 300 pertandingan resmi dan membantu klub meraih berbagai trofi, termasuk LaLiga, Copa del Rey, Liga Champions UEFA, Piala Dunia Antarklub FIFA, serta Piala Super UEFA.
Perjalanan karier Javier Mascherano bersama Timnas Argentina sama gemilangnya dengan karier di level klub. Ia menjadi pemain kunci selama lebih dari 15 tahun dan dipercaya mengenakan ban kapten dalam berbagai turnamen internasional. Ia juga termasuk salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Timnas Argentina.
Mascherano menjalani debut bersama tim senior Argentina pada 2003 saat usianya masih sangat muda. Kepercayaan pelatih datang karena kemampuan bertahan, kedisiplinan taktik, serta kepemimpinan yang sudah terlihat sejak awal karier.
Sepanjang membela Argentina, ia tampil dalam berbagai ajang bergengsi, seperti:
Perannya bukan hanya sebagai gelandang bertahan, tetapi juga pemimpin di ruang ganti yang mampu menjaga semangat rekan-rekannya.
Salah satu momen paling dikenang dalam perjalanan karier Javier Mascherano terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Argentina berhasil melaju hingga partai final setelah melewati pertandingan-pertandingan yang sangat berat. Pada semifinal melawan Belanda, Mascherano tampil luar biasa dan menjadi salah satu penentu kemenangan melalui adu penalti.
Momen yang paling terkenal adalah ketika ia melakukan penyelamatan penting terhadap Arjen Robben pada menit-menit akhir pertandingan. Aksi tersebut masih sering disebut sebagai salah satu tekel terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Sayangnya, Argentina harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 0-1 pada babak perpanjangan waktu di final.
Meski gagal mengangkat trofi, performa Mascherano mendapat banyak pujian dari media internasional maupun pengamat sepak bola.
Mascherano juga membawa Argentina mencapai final Copa América pada:
Kedua final tersebut berakhir dengan kekalahan melalui adu penalti melawan Chile.
Walaupun belum berhasil mempersembahkan gelar senior untuk negaranya, kontribusinya tetap dianggap sangat besar karena menjadi tulang punggung tim selama bertahun-tahun.
Tidak semua perjalanan internasional Mascherano berakhir dengan kegagalan.
Ia justru meraih kesuksesan besar di ajang Olimpiade dengan membawa Argentina meraih:
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pemain Argentina paling sukses di level usia muda.
Setelah meninggalkan Barcelona pada awal 2018, Javier Mascherano memilih melanjutkan karier ke Liga Super China bersama Hebei China Fortune. Keputusan ini menandai fase akhir karier profesionalnya sebagai pemain.
Di klub tersebut, Mascherano tetap menjadi pemain inti berkat pengalaman dan kualitasnya sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah.