Prediksi susunan pemain Argentina vs Mesir masih dapat berubah menjelang kick-off. Kondisi kebugaran menjadi pertimbangan penting karena kedua tim baru saja memainkan pertandingan 120 menit.
Argentina kemungkinan tetap menjadikan Messi sebagai pusat permainan. Sementara itu, Mesir diperkirakan mempertahankan struktur dasar tim yang mampu menyingkirkan Australia.
Susunan tersebut merupakan prediksi, bukan lineup resmi. Komposisi pemain dapat berubah berdasarkan keputusan Lionel Scaloni dan evaluasi kebugaran terakhir.
Argentina memiliki pilihan untuk mengubah komposisi lini depan maupun lini tengah. Hal tersebut penting karena pertandingan sebelumnya menunjukkan adanya penurunan intensitas pressing ketika pemain mulai mengalami kelelahan.
Prediksi tersebut mengacu pada struktur utama Mesir ketika menghadapi Australia. Pada pertandingan itu, Salah kembali menjadi starter bersama Omar Marmoush setelah sebelumnya mengalami masalah hamstring.
Mesir kemungkinan tidak akan mengubah identitas permainannya secara ekstrem. Pertahanan kompak, menjaga jarak antarlini, dan menyerang melalui transisi cepat menjadi pendekatan paling masuk akal untuk menghadapi Argentina.
Pertandingan ini berpotensi ditentukan oleh duel di beberapa area penting. Argentina akan mencoba menciptakan keunggulan jumlah pemain di tengah, sedangkan Mesir membutuhkan ruang untuk menjalankan serangan balik.
Duel paling menarik adalah bagaimana pertahanan Mesir membatasi Messi serta bagaimana lini belakang Argentina menghadapi Salah dan Marmoush. Reuters menyoroti kekuatan fisik Mesir dan ancaman dua penyerangnya sebagai tantangan serius bagi Argentina.
Mesir kemungkinan tidak akan melakukan pressing tinggi sepanjang pertandingan. Strategi yang lebih realistis adalah menjaga ruang antarlini agar Messi tidak mudah menerima bola di area berbahaya.
Masalahnya, bertahan terlalu dalam juga mempunyai risiko. Argentina bisa mengurung Mesir dan terus menciptakan tekanan dari berbagai sisi.
Karena itu, Mesir membutuhkan keseimbangan. Mereka harus bertahan rapat tanpa kehilangan kemampuan untuk keluar menyerang ketika berhasil merebut bola.
Argentina kemungkinan menguasai wilayah permainan lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat meninggalkan ruang di belakang bek sayap atau antara bek tengah dan bek sayap.
Salah dan Marmoush mempunyai profil yang cocok untuk memanfaatkan situasi tersebut. Satu umpan vertikal yang tepat dapat mengubah situasi bertahan menjadi peluang mencetak gol dalam hitungan detik.
Inilah alasan prediksi skor Argentina vs Mesir tidak mengarah pada kemenangan besar. Argentina lebih unggul, tetapi Mesir mempunyai senjata yang tepat untuk membuat pertandingan tetap terbuka.
Argentina diperkirakan mengambil inisiatif sejak awal. De Paul dan Mac Allister dapat memainkan peran penting dalam menjaga sirkulasi bola, sementara Messi bergerak mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan Mesir.
Mesir kemungkinan bermain lebih sabar. Mereka tidak harus memenangkan penguasaan bola untuk menciptakan ancaman karena kekuatan utamanya terletak pada transisi.
Pada 20 hingga 30 menit pertama, tempo pertandingan bisa berlangsung hati-hati. Kedua tim baru melewati pertandingan panjang dan kemungkinan tidak ingin kehilangan energi terlalu cepat.
Jika Argentina mampu mencetak gol lebih dulu, Mesir harus mengambil risiko lebih besar. Situasi itu dapat membuka ruang yang dibutuhkan Argentina untuk menciptakan gol tambahan.
Sebaliknya, jika Mesir mencetak gol lebih dulu, pertandingan bisa berubah menjadi sangat rumit bagi Argentina. The Pharaohs dapat mempersempit ruang, menurunkan tempo, dan memaksa sang juara bertahan menyerang pertahanan yang semakin rapat.
Berdasarkan kualitas skuad, pengalaman turnamen, kemampuan mengontrol pertandingan, dan variasi serangan, Argentina tetap lebih layak menjadi favorit.