Hasil tersebut membawa mereka bertemu Kolombia.
Kolombia sendiri lolos setelah mengalahkan Ghana dengan skor 1-0. Jhon Arias menjadi pencetak gol kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Pertemuan Swiss dan Kolombia kemudian berlangsung jauh lebih ketat.
Jika pertandingan sebelumnya dapat diselesaikan dalam waktu normal, duel babak 16 besar membutuhkan 120 menit plus adu penalti untuk menentukan pemenang.
Swiss akhirnya menjadi tim yang bertahan.
Kemenangan tersebut membawa mereka ke babak perempat final untuk menghadapi juara bertahan Argentina.
Kemenangan atas Kolombia mempunyai arti historis bagi sepak bola Swiss.
Swiss terakhir kali mencapai perempat final Piala Dunia pada 1954. Artinya, mereka harus menunggu 72 tahun untuk kembali ke delapan besar.
Ini merupakan pencapaian penting bagi generasi Granit Xhaka dan kawan-kawan.
Swiss beberapa kali tampil kompetitif dalam turnamen besar. Namun, mereka sering mengalami kesulitan melewati fase gugur.
Kemenangan atas Kolombia mengubah cerita tersebut.
Swiss sekarang memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh, meskipun tantangan berikutnya sangat berat.
Argentina menunggu di perempat final.
Tim Tango lolos setelah melakukan comeback dramatis dan mengalahkan Mesir dengan skor 3-2.
Pertemuan Argentina melawan Swiss akan mempertemukan dua tim yang sama-sama melewati babak 16 besar melalui pertandingan penuh tekanan.
Setelah skor Swiss vs Kolombia berakhir tanpa gol dan Swiss menang melalui adu penalti, perhatian langsung beralih ke pertandingan berikutnya.
Swiss akan menghadapi Argentina pada babak perempat final.
Pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi tim asuhan Murat Yakin.
Argentina memiliki pengalaman, kualitas individu, dan pemain yang mampu menentukan pertandingan dalam satu momen.
Namun, Swiss sudah menunjukkan bahwa mereka sulit dikalahkan.