Namun hingga saat ini Alvarez masih berstatus pemain Atlético Madrid dan belum ada transfer resmi yang diumumkan.
Salah satu alasan statistik Julián Alvarez terus meningkat adalah karena gaya bermainnya yang sangat fleksibel.
Karakteristik tersebut membuat banyak pelatih menyukai tipe permainan Alvarez.
Karier Alvarez sudah dipenuhi gelar meski usianya masih relatif muda.
Jumlah gelarnya membuat Alvarez termasuk salah satu pemain paling sukses dari generasinya.
Beberapa momen yang membuat namanya melejit antara lain:
Alvarez menjadi salah satu pemain kunci Argentina saat menjuarai Piala Dunia Qatar.
Ia ikut membantu Manchester City meraih treble bersejarah.
Musim 2026 menjadi musim yang sangat spesial karena ia memecahkan berbagai rekor klub di kompetisi Eropa.
Ada beberapa faktor yang membuat performanya berkembang sangat pesat.
Berbeda dengan saat di Manchester City yang harus berbagi peran dengan Erling Haaland, di Atlético Madrid Alvarez mendapat tanggung jawab lebih besar.
Diego Simeone menjadikannya pusat serangan tim.
Pengalaman bermain di berbagai kompetisi besar membuat Alvarez semakin matang dalam mengambil keputusan.
Ia jarang mengalami cedera serius sehingga mampu tampil dalam banyak pertandingan setiap musim.
Jika melihat statistik, trofi, dan performa beberapa musim terakhir, jawabannya adalah ya.
Alvarez memiliki kombinasi:
Tidak banyak striker modern yang memiliki paket kemampuan selengkap dirinya.
Pada usia 26 tahun, Alvarez masih memiliki banyak waktu untuk berkembang.
Beberapa kemungkinan masa depannya:
Dengan performa yang terus meningkat, namanya diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pemain paling dibicarakan dalam beberapa tahun ke depan.