Keberhasilan ini juga mempunyai nilai historis.
Swiss kembali mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Lawan mereka berikutnya adalah Argentina. Swiss akan menghadapi ujian besar melawan sang juara bertahan, tetapi kedisiplinan dan kemampuan bertahan dapat membuat pertandingan berjalan ketat.
Babak 16 besar menghasilkan sejumlah pertandingan yang mengubah peta persaingan. Beberapa unggulan berhasil melanjutkan perjalanan, tetapi sejumlah negara besar tersingkir.
Brasil menjadi salah satu tim yang paling mengejutkan karena kalah dari Norwegia. Portugal juga harus berhenti setelah kalah tipis dari Spanyol.
Berikut hasil lengkapnya:
Hasil tersebut menghasilkan empat pasangan pertandingan perempat final.
Tidak ada lagi pertandingan yang bisa dianggap mudah. Delapan tim tersisa telah melewati setidaknya dua pertandingan sistem gugur sejak babak 32 besar.
Eropa mendominasi komposisi tim perempat final Piala Dunia 2026.
Enam dari delapan tempat diisi negara anggota UEFA, yaitu Prancis, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, dan Swiss.
Sementara itu, Argentina menjadi satu-satunya wakil CONMEBOL atau Amerika Selatan. Maroko menjadi satu-satunya wakil CAF atau Afrika.
Tidak ada wakil CONCACAF, AFC, maupun OFC yang tersisa di babak delapan besar.
Komposisi tersebut memperlihatkan dominasi Eropa pada fase akhir turnamen. Namun, Argentina sebagai juara bertahan dan Maroko sebagai kekuatan Afrika tetap menjadi ancaman besar.
Empat pertandingan mempunyai cerita masing-masing.
Prancis vs Maroko menghadirkan duel dua tim dengan kualitas dan karakter permainan berbeda. Prancis mempunyai kedalaman skuad, sementara Maroko dikenal berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan transisi.
Spanyol vs Belgia berpotensi menjadi pertarungan taktik.
Spanyol mempunyai kemampuan menjaga bola dan mengontrol tempo. Belgia datang dengan kepercayaan diri setelah mencetak empat gol ke gawang Amerika Serikat.
Norwegia vs Inggris juga sulit diprediksi.
Norwegia telah menunjukkan kemampuan menyingkirkan Brasil. Inggris, di sisi lain, mempunyai kualitas individu dan pengalaman lebih besar di pertandingan fase gugur.
Argentina vs Swiss menjadi duel antara kreativitas serangan dan organisasi pertahanan.