Ziko kemudian kembali mencetak gol yang sah dan membawa Mesir unggul 2-0. Argentina tidak menyerah dan berhasil menyamakan skor melalui Cristian Romero dan Lionel Messi.
Drama berlanjut hingga masa injury time. Mesir meminta penalti setelah terjadi insiden yang melibatkan Julián Álvarez dan Mohamed Salah, tetapi François Letexier tidak memberikan tendangan penalti.
Tidak lama setelah momen tersebut, Enzo Fernández mencetak gol kemenangan Argentina. Albiceleste akhirnya menang 3-2 dan melaju ke babak berikutnya.
Kontroversi wasit François Letexier dalam pertandingan Argentina vs Mesir berpusat pada beberapa keputusan penting. Kubu Mesir mempertanyakan konsistensi kepemimpinan pertandingan serta penggunaan VAR.
Sorotan terbesar muncul pada gol Mesir yang dianulir dan klaim penalti pada fase akhir pertandingan. Dua kejadian tersebut dianggap sangat berpengaruh terhadap jalannya laga.
Penting dicatat bahwa perdebatan mengenai keputusan wasit tidak otomatis membuktikan adanya pelanggaran atau keberpihakan. Hingga ada keputusan resmi dari otoritas terkait, yang dapat dipastikan adalah adanya protes dan keluhan resmi dari pihak Mesir terhadap kepemimpinan pertandingan.
Salah satu kejadian penting terjadi ketika Mostafa Ziko berhasil memasukkan bola ke gawang Argentina saat Mesir sedang unggul.
Gol tersebut kemudian dianulir setelah pemeriksaan VAR. Pelanggaran dalam rangkaian proses terjadinya gol menjadi dasar keputusan pembatalan.
Keputusan ini memicu perdebatan karena Mesir berpeluang memiliki keunggulan yang lebih besar pada fase tersebut. Al Jazeera melaporkan bahwa keputusan VAR terhadap gol yang dianulir menjadi salah satu pusat kontroversi pertandingan.
Namun, Ziko akhirnya kembali mencetak gol yang dinyatakan sah. Gol itu sempat membawa Mesir unggul 2-0 sebelum Argentina melakukan comeback.
Momen lain yang menjadi perhatian terjadi menjelang akhir pertandingan. Pemain Mesir meminta penalti setelah Mohamed Salah terlibat dalam insiden dengan Julián Álvarez.
François Letexier tidak memberikan penalti kepada Mesir. Pertandingan kemudian berlanjut dan Argentina mencetak gol kemenangan melalui Enzo Fernández.
Urutan kejadian tersebut membuat protes kubu Mesir semakin keras. Mereka merasa keputusan pada momen penting pertandingan merugikan peluang Mesir untuk bertahan di Piala Dunia 2026.
The Guardian melaporkan bahwa Federasi Sepak Bola Mesir mempertanyakan aspek keadilan dan konsistensi kepemimpinan pertandingan, termasuk penggunaan VAR.
Kontroversi tidak berhenti setelah peluit akhir. Federasi Sepak Bola Mesir atau EFA mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait kepemimpinan pertandingan.
Keluhan tersebut menyoroti keputusan perangkat pertandingan dan penggunaan VAR dalam beberapa situasi penting. Mesir mempertanyakan konsistensi keputusan yang dibuat selama pertandingan.
Sejumlah laporan menyebut EFA juga meminta tindakan terhadap perangkat pertandingan. Hingga perkembangan awal setelah laga, fokus utama kasus tersebut adalah proses keluhan dan permintaan evaluasi terhadap kepemimpinan pertandingan.
Karena proses dapat berkembang, pembaca perlu membedakan antara keluhan resmi dari sebuah federasi dan putusan resmi FIFA. Keduanya bukan hal yang sama.
Ya. Jika melihat perjalanan karier dan penugasannya, François Letexier termasuk wasit dengan pengalaman tinggi di sepak bola Eropa dan internasional.
Ia telah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin final Euro, Piala Super UEFA, pertandingan Liga Champions, Olimpiade, serta pertandingan Piala Dunia.