Klasemen Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026 menempatkan Strasbourg sebagai pemuncak fase liga dengan 16 poin, disusul Raków Częstochowa dengan 14 poin. Namun, Crystal Palace yang hanya finis di posisi ke-10 justru berhasil keluar sebagai juara kompetisi setelah mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final.
Kompetisi UEFA Conference League menggunakan format fase liga yang diikuti 36 tim. Delapan tim teratas langsung lolos ke babak 16 besar, posisi 9 sampai 24 harus melewati play-off fase gugur, sedangkan peringkat 25 hingga 36 tersingkir.
Lalu, bagaimana klasemen lengkapnya, di mana posisi Crystal Palace dan Fiorentina, siapa top skor, serta siapa juara terbaru? Berikut rangkuman lengkap Liga Conference Eropa yang perlu kamu ketahui.
Klasemen Liga Konferensi Eropa 2026 di bawah ini merupakan klasemen akhir fase liga musim 2025/2026. Fase tersebut dimulai pada 2 Oktober dan berakhir pada 18 Desember 2025.
Sebanyak 36 tim berkompetisi dalam satu tabel besar. Setiap klub memainkan enam pertandingan melawan enam lawan berbeda, terdiri dari tiga laga kandang dan tiga pertandingan tandang.
Strasbourg tampil sebagai tim terbaik selama fase liga. Wakil Prancis tersebut mengumpulkan 16 poin dari lima kemenangan dan satu hasil imbang tanpa pernah kalah.
Berikut klasemen akhir fase liga UEFA Conference League 2025/2026.
Klasemen tersebut memperlihatkan betapa ketatnya persaingan. Posisi ketiga hingga ketujuh sama-sama mengoleksi 13 poin, sehingga selisih gol dan kriteria pemisah lainnya menentukan urutan akhir.
Di bagian bawah, Universitatea Craiova harus tersingkir meski mengumpulkan tujuh poin, jumlah yang sama dengan tiga tim di atasnya. Sigma Olomouc mengambil tiket terakhir menuju play-off dengan menempati posisi ke-24.
Strasbourg menjadi pemuncak klasemen Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026. Klub Prancis tersebut mengumpulkan 16 poin dari enam pertandingan dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil seri.
Strasbourg juga menjadi satu-satunya tim yang mencapai angka 16 poin. Raków Częstochowa berada di posisi kedua dengan 14 poin, sementara lima klub berikutnya sama-sama mengumpulkan 13 poin.
Format Liga Conference Eropa memberikan keuntungan besar kepada delapan tim teratas. Mereka tidak perlu mengikuti play-off fase gugur dan langsung mendapatkan tempat di babak 16 besar.
Delapan klub tersebut adalah:
AEK Larnaca menjadi tim terakhir yang mendapatkan tiket otomatis dengan 12 poin. Mereka juga memiliki salah satu pertahanan terbaik selama fase liga karena hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.
Strasbourg dan Raków menjadi dua tim yang tidak pernah kalah. Sementara itu, posisi ketiga sampai ketujuh memperlihatkan persaingan ketat karena semuanya memiliki 13 poin.
Peringkat kesembilan sampai ke-24 tidak langsung tersingkir. Mereka harus mengikuti knockout phase play-offs untuk memperebutkan tempat di babak 16 besar.
Kelompok ini termasuk Crystal Palace, Fiorentina, Lech Poznań, Samsunspor, AZ Alkmaar, hingga Sigma Olomouc.
Menariknya, status harus melewati play-off tidak menutup peluang menjadi juara.
Crystal Palace adalah contoh terbaik. Klub Inggris tersebut hanya menempati peringkat ke-10 dalam klasemen akhir fase liga, tetapi terus melaju melalui fase gugur dan akhirnya menjadi juara.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa posisi fase liga memang penting, tetapi performa pada pertandingan sistem gugur tetap menjadi faktor penentu gelar.