Klasemen Liga Konferensi Eropa statistik menunjukkan adanya beberapa cerita menarik. Strasbourg memang mengumpulkan poin terbanyak, tetapi AEK Athens menjadi tim paling produktif di antara 36 peserta fase liga dengan 14 gol.
Dari sisi pertahanan, AEK Larnaca hanya kebobolan satu gol. Raków Częstochowa dan Rijeka juga tampil solid dengan masing-masing hanya kemasukan dua gol selama enam pertandingan.
AEK Athens mencetak 14 gol dalam enam pertandingan. Catatan tersebut menjadi jumlah gol tertinggi pada fase liga.
Rayo Vallecano berada di belakangnya dengan 13 gol. Lech Poznań mencetak 12 gol, sedangkan Strasbourg dan Crystal Palace masing-masing membukukan 11 gol.
Produktivitas tidak selalu berbanding lurus dengan posisi akhir.
Crystal Palace, misalnya, mencetak 11 gol tetapi harus puas berada di posisi ke-10 karena mengalami dua kekalahan. Di sisi lain, AEK Larnaca hanya mencetak tujuh gol, tetapi finis kedelapan karena tidak terkalahkan dan hanya kebobolan sekali.
AEK Larnaca mempunyai pertahanan terbaik dalam klasemen fase liga. Klub Siprus tersebut hanya kemasukan satu gol dalam enam pertandingan.
Raków dan Rijeka berada tepat di belakangnya dengan dua kali kebobolan.
Catatan ini memperlihatkan bahwa Liga Conference Eropa tidak selalu dimenangkan melalui permainan menyerang. Konsistensi bertahan juga berpengaruh besar dalam format yang hanya memberikan enam pertandingan kepada setiap tim.
Satu kekalahan bisa membuat posisi tim turun beberapa tingkat karena jarak poin sangat rapat.
Crystal Palace menempati peringkat ke-10 klasemen fase liga Conference League 2025/2026. The Eagles mengumpulkan 10 poin dari enam pertandingan dengan catatan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Palace mencetak 11 gol dan kebobolan enam kali. Posisi tersebut membuat mereka harus melewati play-off sebelum melanjutkan perjalanan menuju babak 16 besar.
Perjalanan Palace membuktikan bahwa finis di luar delapan besar bukan akhir dari peluang menjadi juara.
Setelah fase liga, Palace melewati Zrinjski Mostar di play-off dengan agregat 3-1. Mereka kemudian menyingkirkan AEK Larnaca dengan agregat 2-1 di babak 16 besar.
Pada perempat final, Palace mengalahkan Fiorentina dengan agregat 4-2. Shakhtar Donetsk kemudian disingkirkan dengan agregat 5-2 pada semifinal.
Puncaknya terjadi pada 27 Mei 2026 di Leipzig.
Crystal Palace mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 berkat gol Jean-Philippe Mateta pada menit ke-51. Kemenangan tersebut memberikan trofi Eropa pertama dalam sejarah Palace.
Fiorentina menempati posisi ke-15 klasemen Liga Konferensi Eropa 2025/2026. La Viola mengumpulkan sembilan poin dari enam pertandingan.
Catatan Fiorentina terdiri dari tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Mereka mencetak delapan gol serta kebobolan lima kali dengan selisih gol +3.
Posisi ke-15 membuat Fiorentina harus mengikuti play-off fase gugur.