Argentina datang sebagai favorit ketika bertemu Swiss pada 2014. Namun, pertandingan ternyata berlangsung jauh lebih sulit daripada perkiraan.
Swiss mampu mempertahankan kedisiplinan dan membuat Argentina kesulitan menemukan ruang. Gol baru tercipta dua menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir.
Momen tersebut menjadi salah satu pertandingan penting dalam perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2014.
Kini, 12 tahun kemudian, kedua tim kembali bertemu dalam situasi berbeda.
Argentina berstatus juara bertahan. Swiss datang dengan kepercayaan diri setelah mencatat pencapaian terbaiknya di Piala Dunia dalam lebih dari tujuh dekade.
Perubahan terbesar tentu berada pada komposisi skuad.
Argentina 2026 merupakan tim yang telah melewati siklus juara Piala Dunia 2022. Sejumlah pemain dari generasi tersebut masih menjadi bagian penting, tetapi regenerasi juga terus berjalan.
Swiss juga mengalami perubahan besar. Granit Xhaka tetap menjadi salah satu figur berpengalaman, sementara Gregor Kobel memberikan kualitas tinggi di posisi penjaga gawang.
Murat Yakin membawa timnya dengan organisasi yang kuat dan kemampuan beradaptasi. Kemenangan atas Kolombia melalui adu penalti menunjukkan bahwa Swiss mampu bertahan dalam pertandingan panjang dan menjaga ketenangan pada momen kritis.
Prediksi Argentina vs Swiss lebih mengunggulkan Albiceleste untuk lolos ke semifinal. Argentina memiliki kualitas individu, pengalaman turnamen, dan kemampuan menentukan pertandingan melalui pemain seperti Lionel Messi.
Namun, Swiss bukan lawan yang bisa dianggap mudah. Tim asuhan Murat Yakin mempunyai organisasi permainan yang solid, penjaga gawang berkualitas, dan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kolombia.
Reuters melaporkan Yakin melihat adanya kerentanan dalam permainan Argentina yang dapat dimanfaatkan. Scaloni sendiri memperkirakan pertandingan akan berlangsung sulit dan menghormati pengalaman Swiss di Piala Dunia.
Argentina memiliki beberapa keunggulan penting menjelang pertandingan.
Pertama adalah pengalaman. Banyak pemain Argentina sudah terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sistem gugur dan memiliki pengalaman memenangkan turnamen besar.
Kedua adalah kualitas individu. Lionel Messi tetap mampu menentukan pertandingan melalui umpan, pergerakan, dan pengambilan keputusan.
Ketiga adalah mentalitas bangkit.
Argentina menunjukkan kemampuan tersebut dalam pertandingan sulit. Reuters menyoroti bagaimana juara bertahan menemukan kekuatan ketika menghadapi kesulitan pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Namun, Argentina tetap memiliki pekerjaan rumah. Pertahanan yang mulai kebobolan lebih banyak di fase gugur bisa menjadi peluang bagi Swiss.
Kekuatan terbesar Swiss berada pada organisasi permainan dan mentalitas.
Mereka mampu menjalani 120 menit tanpa kebobolan melawan Kolombia. Setelah itu, pemain Swiss tetap tenang dalam adu penalti dan Gregor Kobel memberikan kontribusi penting.