Spanyol mengalami regenerasi setelah periode kejayaan generasi Xavi Hernández, Andrés Iniesta, Sergio Busquets, Sergio Ramos, David Villa, dan Iker Casillas.
Pemain generasi baru kemudian muncul dan membentuk wajah baru tim.
Mereka membawa energi, kecepatan, kreativitas, dan variasi permainan yang lebih luas. Spanyol tidak selalu bergantung pada penguasaan bola dalam tempo lambat, tetapi dapat menyerang melalui sisi lapangan dan transisi yang lebih cepat.
Perubahan karakter permainan tersebut tidak menghilangkan identitas La Roja.
Sebaliknya, julukan tersebut menjadi penghubung antara generasi lama dan generasi baru.
Tim nasional Spanyol memiliki sejarah panjang dalam sepak bola internasional. Mereka telah mengikuti berbagai edisi Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa serta menjadi salah satu negara dengan periode dominasi paling mengesankan dalam sepak bola modern.
Namun, perjalanan menuju status sebagai kekuatan dunia tidak berlangsung singkat.
Selama bertahun-tahun, Spanyol sering memiliki pemain berbakat tetapi kesulitan memenuhi ekspektasi pada turnamen besar. Situasi berubah drastis mulai akhir dekade 2000-an.
Euro 2008 menjadi salah satu titik perubahan terbesar dalam sejarah tim nasional Spanyol.
La Roja datang dengan skuad yang memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru. Di bawah arahan Luis Aragonés, Spanyol menampilkan permainan yang mengutamakan kontrol bola dan kombinasi umpan.
Mereka berhasil melaju hingga final.
Spanyol kemudian mengalahkan Jerman 1-0 melalui gol Fernando Torres dan mengakhiri penantian panjang untuk gelar internasional utama.
Kesuksesan tersebut menjadi awal dari periode luar biasa.
Spanyol tidak berhenti pada satu trofi. Fondasi permainan yang terbentuk pada era Luis Aragonés kemudian dilanjutkan di bawah Vicente del Bosque.
Puncak kejayaan La Roja terjadi di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Spanyol datang sebagai juara Eropa dan salah satu favorit. Meski mengawali turnamen dengan kekalahan dari Swiss, mereka mampu bangkit dan melaju ke fase gugur.
Spanyol kemudian melewati Portugal, Paraguay, dan Jerman.
Pada pertandingan final, La Roja menghadapi Belanda. Pertandingan berlangsung ketat dan harus dilanjutkan hingga babak tambahan.
Gol Andrés Iniesta menjadi pembeda.
Spanyol menang 1-0 dan untuk pertama kalinya menjadi juara dunia. Momen tersebut menjadi salah satu titik tertinggi dalam sejarah olahraga Spanyol.