Dua tahun setelah menjadi juara dunia, Spanyol kembali menunjukkan dominasinya.
La Roja mencapai final Euro 2012 dan menghadapi Italia. Dalam pertandingan puncak tersebut, Spanyol tampil sangat dominan dan menang 4-0.
Kemenangan itu melengkapi rangkaian tiga gelar turnamen besar secara beruntun:
Rangkaian prestasi tersebut membuat generasi itu dikenang sebagai salah satu tim nasional terbaik dalam sejarah sepak bola.
Kekuatan utama Spanyol pada periode emas bukan hanya kualitas individu. Mereka memiliki sistem permainan yang sulit dihentikan.
Tim mampu menjaga bola dalam waktu lama, menggerakkan lawan, menciptakan ruang, dan mengontrol ritme pertandingan.
Pemain-pemain di lini tengah mempunyai kemampuan teknis luar biasa.
Nama seperti Xavi Hernández, Andrés Iniesta, Xabi Alonso, dan Sergio Busquets membuat Spanyol mampu mendominasi area tengah lapangan.
Spanyol sering dikaitkan dengan permainan umpan pendek yang populer disebut tiki-taka.
Namun, inti kekuatan mereka bukan sekadar melakukan banyak operan. Tujuan utamanya adalah mengontrol pertandingan.
Ketika menguasai bola, lawan tidak dapat menyerang.
Spanyol menggunakan sirkulasi bola untuk memancing lawan bergerak, membuka ruang, dan mencari waktu yang tepat untuk melakukan penetrasi.
Pendekatan tersebut membutuhkan pemain dengan kontrol bola, visi, kecerdasan posisi, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat tinggi.
La Roja memiliki semua elemen tersebut pada periode terbaiknya.
Dominasi Spanyol sering dibahas dari sisi permainan menyerang dan penguasaan bola.
Padahal, lini pertahanan juga menjadi fondasi penting kesuksesan mereka. Tim memiliki penjaga gawang berkualitas serta bek dengan pengalaman di pertandingan besar.
Kemampuan mempertahankan bola juga menjadi bentuk pertahanan.
Semakin lama Spanyol menguasai pertandingan, semakin sedikit kesempatan yang dimiliki lawan untuk menciptakan serangan.
Sejarah panjang timnas Spanyol melahirkan banyak pemain hebat. Setiap generasi mempunyai tokoh dengan peran berbeda.
Namun, generasi yang memenangkan Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 mempunyai tempat khusus dalam sejarah.