Tuesday, 28 July 2026
Piala Dunia 2026 13 menit baca

7 Kontroversi Piala Dunia 2026, dari Messi hingga Format 48 Tim

7 Kontroversi Piala Dunia 2026, dari Messi hingga Format 48 Tim
7 Kontroversi Piala Dunia 2026, dari Messi hingga Format 48 Tim

Situasi tersebut membuat pertandingan Argentina vs Mesir menjadi salah satu laga paling banyak dibicarakan.

Ada drama skor, kegagalan penalti, comeback, keputusan VAR, protes dari pihak Mesir, dan gol kemenangan pada masa tambahan waktu.

Perdebatan keputusan wasit menjadi bagian penting dalam daftar kontroversi Piala Dunia 2026.

Setelah Mesir kalah 2-3 dari Argentina, pelatih Hossam Hassan secara terbuka menyampaikan kekecewaan terhadap kepemimpinan pertandingan. Ia menilai beberapa keputusan penting merugikan timnya.

Dua momen yang menjadi sorotan adalah:

Kekalahan terasa semakin menyakitkan bagi Mesir karena mereka sempat unggul 2-0 hingga fase akhir pertandingan.

Argentina kemudian mencetak tiga gol melalui Romero, Messi, dan Fernandez. Gol terakhir terjadi pada masa tambahan waktu dan memastikan sang juara bertahan melaju ke perempat final.

Dalam membahas kontroversi ini, penting untuk memisahkan fakta dan pendapat.

Faktanya, Argentina menang 3-2 dan lolos. Faktanya pula, pelatih Mesir mengkritik keputusan wasit. Namun, kritik dari pihak yang kalah tidak dengan sendirinya membuktikan adanya manipulasi pertandingan.

Perbedaan tersebut penting agar artikel tentang kontroversi tidak berubah menjadi penyebaran tuduhan yang belum terbukti.

Selain format 48 negara, Piala Dunia 2026 juga menerapkan sejumlah aturan yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Perubahan tersebut antara lain menyangkut upaya mengurangi pemborosan waktu, prosedur restart permainan, perluasan situasi yang dapat ditinjau VAR, serta aturan disiplin dalam kondisi tertentu.

Tujuan utamanya adalah membuat pertandingan lebih efektif dan mengurangi tindakan yang memperlambat permainan.

Namun, setiap perubahan aturan besar selalu membutuhkan adaptasi. Pemain, pelatih, wasit, dan penonton harus memahami bagaimana aturan diterapkan secara konsisten.

Perdebatan menjadi semakin besar ketika keputusan pertandingan menentukan nasib tim pada fase gugur.

Karena itu, kontroversi soal wasit di Piala Dunia 2026 tidak dapat dilepaskan sepenuhnya dari perubahan regulasi dan meningkatnya peran teknologi dalam pertandingan.

Piala Dunia 2026 diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini merupakan pertama kalinya Piala Dunia putra diselenggarakan oleh tiga negara tuan rumah.

Turnamen berlangsung di 16 kota tuan rumah dengan total 104 pertandingan. Sebagian besar stadion berada di Amerika Serikat, sementara Kanada dan Meksiko juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan.

Format tuan rumah bersama menawarkan keuntungan dari sisi pasar dan fasilitas.

Namun, wilayah penyelenggaraan yang sangat luas juga membuat perjalanan antarkota menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan turnamen. Tim harus menghadapi perbedaan jarak, kondisi cuaca, dan kebutuhan pemulihan selama kompetisi yang berlangsung panjang.

Hamka

Hamka

Penulis · Livescore96
Lihat Profil

Penulis berita dan wartawan Pikiran Rakyat sejak 2009 hingga saat ini fokus nulis di media online. Terimakasih sudah membaca tulisan saya disini.