Julian Alvarez menawarkan mobilitas dan tekanan tinggi, sedangkan Lautaro Martinez memberikan karakter berbeda sebagai penyerang yang agresif di area penalti.
Di lini tengah, Enzo Fernandez dapat menjadi faktor penting. Kemampuannya mengalirkan bola dan datang dari lini kedua membuat permainan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.
Masalah Argentina adalah transisi bertahan.
Ketika terlalu banyak pemain naik menyerang, ruang dapat muncul di belakang lini tengah. Swiss memiliki pemain yang cukup cepat untuk menyerang ruang tersebut.
Argentina juga tidak boleh menganggap Swiss sebagai lawan yang hanya akan bertahan.
Breel Embolo dapat menahan bola dan mengganggu bek tengah. Dan Ndoye memiliki kecepatan, sedangkan Granit Xhaka mampu mengirim umpan dari area yang lebih dalam.
Karena itu, Argentina membutuhkan keseimbangan. Menyerang dengan terlalu agresif sejak awal dapat memberikan peluang serangan balik kepada Swiss.
Swiss mencapai perempat final setelah melewati pertandingan yang sangat melelahkan melawan Kolombia. Skor bertahan 0-0 selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 melalui adu penalti.
Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah. Swiss kembali mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Gregor Kobel menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan tersebut. Selain tampil solid selama pertandingan, penjaga gawang Swiss itu juga memainkan peran besar ketika pertandingan ditentukan melalui penalti.
Swiss datang menghadapi Argentina dengan modal kepercayaan diri tinggi.
Mereka mungkin bukan favorit, tetapi sudah membuktikan mampu menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Kedisiplinan dan ketahanan mental menjadi modal terbesar tim asuhan Murat Yakin.
Swiss memperlihatkan pertahanan yang sulit ditembus ketika menghadapi Kolombia.
Tim mampu mempertahankan clean sheet selama 120 menit meskipun lawan mendapatkan sejumlah kesempatan berbahaya.
Manuel Akanji menjadi figur penting dalam struktur pertahanan. Pengalaman bermain pada level tertinggi membuatnya mampu membaca permainan dan mengatur garis belakang.
Di belakang pertahanan, Gregor Kobel sedang berada dalam momentum bagus.
Argentina kemungkinan mendapatkan lebih banyak penguasaan bola. Namun, mereka harus menghasilkan peluang berkualitas untuk menaklukkan kiper Swiss tersebut.
Swiss memiliki karakteristik pemain yang cocok untuk bermain melalui transisi.
Breel Embolo dapat menjadi target di lini depan. Ia kuat secara fisik dan mampu memberikan waktu bagi pemain lain untuk naik membantu serangan.
Dan Ndoye menawarkan kecepatan.