Argentina sebenarnya mempunyai kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan tidak lama kemudian. Tim Tango mendapatkan hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico dilanggar.
Lionel Messi maju sebagai eksekutor.
Namun, tendangan Messi berhasil digagalkan oleh Mostafa Shoubir. Penjaga gawang Mesir membaca arah tendangan dan melakukan penyelamatan penting.
Kegagalan penalti tersebut menjadi pukulan bagi Argentina. Tim Tango terus menciptakan peluang, tetapi Shoubir tampil luar biasa di bawah mistar.
Ia menggagalkan sundulan jarak dekat Alexis Mac Allister dan melakukan penyelamatan penting lainnya ketika menghadapi peluang Julian Alvarez.
Messi juga mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas. Namun, bola hanya membentur tiang.
Mesir akhirnya mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Argentina mencoba meningkatkan tekanan pada babak kedua. Namun, Mesir tetap berbahaya ketika mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.
Mostafa Zico sempat mencetak gol pada menit ke-62. Akan tetapi, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.
Mesir tidak berhenti.
Lima menit kemudian, serangan balik cepat kembali membuat pertahanan Argentina bermasalah. Mohamed Salah memainkan bola ke depan sebelum Haissem Hassan membawa bola menuju garis akhir.
Umpan tarik kemudian diselesaikan Mostafa Zico.
Gol tersebut membawa Mesir unggul 2-0 pada menit ke-67.
Dalam situasi tersebut, Argentina berada dalam ancaman eliminasi. Waktu terus berjalan dan pertahanan Mesir tampil disiplin.
Namun, pertandingan kemudian berubah total.
Cristian Romero menjadi pemain yang membuka jalan comeback Argentina. Bek tengah tersebut mencetak gol pada menit ke-79 dan mengubah skor menjadi 1-2.
Gol itu sangat penting karena mengembalikan kepercayaan diri Argentina.
Setelah tertinggal dua gol dalam waktu lama, Tim Tango hanya membutuhkan empat menit untuk mencetak gol berikutnya.
Lionel Messi kemudian membuat skor menjadi 2-2 pada menit ke-83.
Argentina yang sebelumnya berada di ambang eliminasi tiba-tiba kembali mengendalikan momentum pertandingan. Mesir mulai mengalami kesulitan menghadapi tekanan yang semakin besar.