Rudi Garcia memasang Nicolas Raskin, Amadou Onana, dan Dodi Lukebakio. Charles De Ketelaere dipindahkan menjadi penyerang tengah dan langsung memberikan dampak dengan dua gol.
Lini tengah Belgia juga bermain lebih agresif.
Youri Tielemans bergerak lebih tinggi, sementara Belgia mampu memenangkan banyak bola kedua dan merebut kembali penguasaan bola dengan cepat.
Mereka juga memanfaatkan ruang di sisi lapangan untuk meregangkan pertahanan Amerika Serikat.
Pendekatan tersebut dapat kembali digunakan ketika menghadapi Spanyol. Namun, kualitas penguasaan bola La Roja jauh lebih tinggi sehingga Belgia mungkin membutuhkan penyesuaian berbeda.
Wasit pertandingan Spanyol vs Belgia adalah Michael Oliver. FIFA mencantumkan nama wasit asal Inggris tersebut sebagai pengadil utama pertandingan perempat final di Los Angeles Stadium.
Penunjukan wasit menjadi bagian penting dalam pertandingan dengan intensitas tinggi. Spanyol dan Belgia memiliki pemain cepat yang sering melakukan duel satu lawan satu dan beroperasi di sekitar kotak penalti.
Michael Oliver perlu menjaga konsistensi standar pelanggaran sejak awal pertandingan. Keputusan mengenai duel fisik, pelanggaran taktis, kartu, dan situasi di kotak penalti dapat memengaruhi arah permainan.
Pertandingan diperkirakan menghasilkan banyak duel penting di lini tengah dan area sayap.
Spanyol memiliki pemain yang mampu menggiring bola melewati lawan. Belgia juga mempunyai pemain dengan kemampuan serupa dan gaya bermain yang semakin agresif.
Beberapa aspek yang akan menjadi perhatian dari kepemimpinan wasit antara lain:
Wasit idealnya mampu menjaga pertandingan tetap mengalir tanpa membiarkan pelanggaran keras berulang.
Keseimbangan tersebut penting karena kedua tim memiliki kemampuan menyerang melalui transisi cepat.
Prediksi Spanyol vs Belgia tidak dapat dilepaskan dari pemain yang berpotensi menentukan pertandingan. Kedua tim mempunyai kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Spanyol mengandalkan struktur permainan kolektif, tetapi Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal tetap menjadi ancaman utama. Belgia mempunyai Charles De Ketelaere yang sedang percaya diri serta banyak pilihan berpengalaman dari bangku cadangan.
Pertandingan bisa ditentukan oleh pemain yang mampu mengambil keputusan terbaik dalam ruang sempit.
Lamine Yamal tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya dalam skuad Spanyol.
Meski baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2026 menjelang perempat final, kontribusinya tidak hanya diukur dari gol. Luis de la Fuente menyoroti perkembangan kedewasaan Yamal, termasuk kontribusi defensifnya ketika Spanyol mengalahkan Portugal.
Yamal mampu menciptakan ketidakpastian dari sisi kanan.
Ia bisa menggiring bola menuju garis akhir, masuk ke tengah untuk mencari ruang tembak, atau menciptakan peluang bagi pemain lain.